KEGUNDAHAN HATIKU
Hari Ini hatiku sangat gundah, masih terpikir olehku apa yang aku baca semalam. Kisah-kisah cinta yang sulit untuk diwujudkan, kisah cinta antara angan-angan dan kenyataan, semua kisah seolah berakhir pahit dan mengharuskan untuk kembali pada kenyataan. Seindah apapun angan-angan, pada kenyataannya sangatlah menyakitkan. Aku mulai melihat pada diriku, memang benar aku sangat mencintainya, aku sangat bahagia bersamanya, sayangnya aku tidak punya nyali untuk berjuang mendapatkannya, semua rintangan bukan hanya dari pihakku, tapi juga dari pihaknya. Kenyataan itulah yang membuatku berpikir berulang -ulang, akan aku apakan cinta yang aku puja-puja ini? sampai kapan? dan untuk apa?. Engkau selalu mengatakan padaku bahwa aku harus yakin, optimis dan tidak putus asa, katakanlah atas dasar apa aku harus yakin? atas dasar doa? tapi apakah doa orang berdosa akan didengar Tuhan? dan atas dasar apakah aku harus optimis dan tidak putus asa? bukankah disekitar kita dan dihadapan kita ada orang-orang yang mengikat kita begitu rupa dengan hukum-hukum dan dalili-dalil yang membenarkan mereka? mereka itu adalah realita di depan mata.
Masku sayang, tahukah engkau? engkau adalah pelabuhan hatiku, aku benar-benar berhenti dan tidak ingin berlayar lagi, engkau adalah bagian dari jiwaku yang hilang dan kini aku temukan, tahukah engkau? belahan jiwamu ini gundah memikirkanmu, patah asaku karena tidak bisa bersamamu. Aku benar-benar dibenturkan antara asa dengan realita dan norma. Andai aku tidak mencintai Tuhanku sedemikian rupa, andai tidak harus taat atas apa yang ditetapkanNya.. Saat ini aku merasa harus memilih, apakah aku akan terus berjalan menerobos jalan berduri dan rambu-rambu kehidupan? ataukah berhenti dibawah teriknya mentari menunggu dibukakannya jalan kehidupan untukku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar