Minggu, 01 September 2013

BELAHAN JIWAKU

      Wahai belahan jiwaku! Jangan engkau gundah karena aku tetap bersamamu. Kadang kita harus bersikap berani mengambil keputusan agar kita tidak terkungkung dalam ikatan yang selama ini kita rasakan, walaupun keputusan itu harus menambrak hukum-hukum dan dalil-dalil yang membenarkan mereka. Apakah mereka akan peduli dan merasakan apa yang kita rasakan ketika kita terbelenggu dengan aturan-aturan mereka? Apakah kita membiarkan saja belenggu itu tanpa ada keinginan untuk bisa lepas? Kadang kita hanya banyak mengeluh tanpa melakukan perubahan apa-apa.
        Mungkin kita harus belajar banyak pada semut. Semut akan terus berjalan pada tujuannya walaupun ada dinding tinggi dan tebal dihadapannya tapi semut tidak pernah mengeluh dengan rintangan yang ada dihadapannya dia akan terus berjalan menerobos dinding itu. Aku sangat mencintaimu dan ingin hidup bersamamu. Semangatlah wahai belahan jiwaku kita perjuangkan cinta kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar